Nasional

Jumat, 17 Mei 2019 - 23:28 WIB

4 minggu yang lalu

logo

Kopri PB PMII Gelar Bukber dan Talshow

JAKARTA – Kopri (Korp PMII Putri) Pengurus Besar (PB) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar Talkshow dan Buka Berama (Bukber) di hotel New Idola, Matraman, Jakarta Pusat pada Jum’at 17 Mei 2019. Talkshow mengangkat tema “Perempuan Sebagai Spirit dalam Pendidikan untuk Menjaga Perdamaian”.

Acara yang dimulai dari jam 15.30 WIB (Waktu Indonesia Barat) mengundang Narasumber Ketua DPP Perempuan Bangsa sekaligus aktifis perempuan Luluk Nurhamidah dan Tenaga Ahli KPU RI Muhtar Said.

Sekretaris Korps PB PMII Nurma Ningsih dalam sambutannya mengingatkan kejadian beberapa hari menjelang pemilu dan paska pemilu, serta bergesernya pola pikir masyarakat. Melihat kondisi tersebut, Ningsih mengatakan jangan sampai terjadi perselisihan masyarakat khususnya perempuan, setelah dilaksanakan pemilu.

“Perlu adanya pendidikan untuk membangkitkan semangat dan spirit perempuan. Ketika masyarakat khususnya perempuan ada perselisihan dengan yang lain akan membuat pemicu hancurnya negara Indonesia, sebagai istilah tiangnya negara adalah perempuan, oleh karena itu perlu adanya pendidikan terhadap perempuan,” ujar Ningsih.

Sementara, Muhtar Said mengatakan posisi perempuan merasa termarginalkan. Menurutnya, ketika termarginalkan, perempuan tidak ada di ranah publik, ketika masyarakat disibukkan dengan politik 01 dan 02 tidak ada rumusan nawacita versi PMII yang diciptakan.

“Beda dengan Muhammadiyah yang sudah punya Nawacita, walaupun kita belum tahu siapa yang menjadi presiden nantinya,” kata Muhtar Said.

Dalam kesempatan yang sama, Luluk Nurhamidah yang juga aktivis Perempuan  mengemukakan bahwa kondisi politik saat ini sangat tidak mudah kita benahi. Ia mencontohkan pemilu tahun ini yang di menangkan oleh siapa dan diakui oleh siapa.

“Tidak kemudian mempropokasi, mengajak masrakat demo di luar, dan menyebarkan berita-berita di media sosial yang belum pasti kemenaranya. Karna Picuan itu bisa di ciptakan dari situasi yang berakibat adu mulut, yang tadinya urusan ringan menjadi urusan suku, ras, agama dll,” kata Luluk.

Acara ini diikuti dari beberapa kampus seperti : UNU(Universitas Nahdlatul Ulama), PARAMEDINA, UI (Universitas Indonesia), UNAS (Universitas Nasional) dan beberapa kampus yang lain.

Setelah acara selesai,  pemuda dengan berbagai kalangan dan latar bekang yang tergabung di oraganisasi PMII di menyerukan deklarasi Damai, berikut isi deklarasi damai Pasca Pemilu:

  1. Kami generasi muda Indonesia mengajak masyarakat untuk tetap tenang, sabar, dan tidak terprovokasi di tengah kondisi politik saat ini.
  2. Kami generasi muda Indonesia menyerahkan dan percaya sepenuhnya penyelenggaraan Pemilu 2019 kepada KPU.
  3. Kami generasi muda Indonesia sepakat untuk menciptakan situasi yang kondusif demi terwujudnya Indonesia yang, damai, sopan, bermatabat, dan demokratis.

 

Artikel ini telah dibaca 49 kali

Baca Lainnya