Nasional

Sabtu, 18 Mei 2019 - 22:19 WIB

4 minggu yang lalu

logo

Ketum DPP Aswaja Center KH. Misbahul Munir, MA. (kiri), Sekjend DPP Aswaja Center KH. Abdul Majid, MM. (kanan) saat konfereni pers Sikap DPP Aswaja Center

Ketum DPP Aswaja Center KH. Misbahul Munir, MA. (kiri), Sekjend DPP Aswaja Center KH. Abdul Majid, MM. (kanan) saat konfereni pers Sikap DPP Aswaja Center

Gelar Halaqoh, DPP Aswaja Center Tegaskan Bughot Hukumnya Haram

JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Aswaja Center gelar Halaqoh Aswaja di di Acacia Hotel, Jakarta Pusat, Sabtu (18/05/2019). Salah satu yang menjadi sikap DPP Aswaja Center yaitu menegaskan Bughot (memberontak) haram hukumnya.

“Melawan pemerintah yang sah (dengan cara apapun termasuk pengerahan masa atau people power) adalah termasuk kategori bughot (Memberontak) dan hukumnya haram, pelakunya wajib ditumpas sesuai hukum yang berlaku,” tegas Ketua Umum DPP Aswaja Center KH Misbahul Munir dalam konferensi pers pernyataan sikap DPP Aswaja Center.

Selain itu, Aswaja Center juga mendukung penuh TNI dan Polri dalam menjaga keamanan dan kedaulatan NKRI. Aswaja Center juga mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan dan mentaati peraturan yang berlaku.

“Diharap kepada seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan guna terjaminnya pelaksanaan pemerintahan, kemasyarakatan dan pembangunan disegala aspek kehidupan. Sebagai warga negara yang baik, harus taat dan tunduk pada ketentuan peraturan yang berlaku,” imbuh Misbah.

Kyai Misbah juga mengajak pada umat Islam untuk meningkatkan keimanan  dan ketakwaan. Saat ini, ia mengajak umat untuk memperbanyak membaca sloawat.

“Khusus kepada ummat Islam agar meningkatkan keimanan dan ketaqwaan untuk mendatangkan keberkahan dari Allah SWT dan memperbanyak membaca Sholawat Asyghil agar Allah SWT melindungi bangsa Indonesia dari segala mara bahaya,” pungkasnya.

Sementara, Sekretaris Jenderal DPP Aswaja Center KH. Abdul Majid menegaskan bahwa Indonesia dalam kondisi aman. Ia mengajak masyarakat untuk mempercayakan keamanan pada TNI dan Polri.

“Indonesia ini sebenarnya dalam keadaan aman dan damai, masyarakat jangan mudah terprovokasi dengan kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan politik,” kata Majid.

 

Artikel ini telah dibaca 95 kali

Baca Lainnya