Rapat Kerja Asphurindo Bahas Soal Umrah, Haji dan Wisata Halal

  • Whatsapp

Jakarta – Arus globalisasi sudah tak terbendung masuk ke Indonesia. Disertai dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, dunia kini memasuki era revolusi industri 4.0 yakni menekankan pada pola digital economy, artificial, big data, robotic dan lain sebagainya. Dunia pariwisata, haji dan umrah juga kini harus menghadapi era industri 4.0.

Asosiasi Penyelenggara Haji, Umrah dan In-Bound Indonesia (Asphurindo) dalam Rapat Kerja Asphurindo yang dilaksanakan di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Sabtu (28/9/2019) membahasa persoalan penting dalam menyongsong era industri 4.0 ini, salah satunya yaitu menyiapkan marketplace.

Muat Lebih

“Seiring dengan perubahan yang besar terkait dengan digitalisasi umrah dan haji maka kita mau tidak mau harus bersama-sama dengan asosiasi yang lain, Amphuri, Himpuh dan Kesthuri membuat marketplace sendiri, klo tidak maka kita akan menjadi penonton,” kata Ketua Umum Asphurindo Magnatis Chaidir.

Menurut Magnatis, Asphurindo sedang menyiapkan satu sistem yang terintegrasi dengan asosiasi haji dan umrah lainnya maupun dengan kementerian haji atau dengan market place dari Kerajaan Arab Saudi.

“Nanti terintegrasi dengan yang namanya hotel, pesawat, bus, semua terintegrasi dalam satu sistem,” paparnya.

Selain membahas persoalan umrah, Raker Asphurindo ini juga membahas soal penyelenggaraan ibadah haji, dimana sesuai dengan Undang-undang No. 8 Pasal 20 tahun 2019 yang telah disahkan pada April lalu, soal haji furoda/ mujamalah visa haji, maka asosiasi membolehkan anggotanya yang sudah PIHK membuat paket haji furoda. Dalam pelaksanaan ibadah haji tahun 2019, anggota Asphurindo juga telah banyak memberangkatkan jamaah haji furoda.

“Tapi harus dikontrol oleh asosiasi dan asosiasi harus membuat laporan kepada pemerintah dalam hal ini kementerian agama cq Dirjen PHU by sistem,” ucap Magnatis.

Dalam Raker yang dihadiri puluhan anggota Asphurindo ini, Magnatis juga memaparkan hasil kinerja Asphurindo dimana saat ini Asphurindo sudah mempunyai kantor baru yang berada di TB. Simatupang, Jakarta Selatan. Asphurindo juga akan membuat satu branding hotel yang ada di Tanah Suci.

“Kalau di Makkah yaitu Hotel Hilton Tower, kalau di Madinah yaitu Mawaddah, sepanjang tahun kita kontrak sampai haji,” ucapnya.

Sebagai satu-satunya penyelenggara umrah dan haji yang bermain di inbound, Asphurindo juga membahas agenda penting terkait industry pariwisata halal Indonesia.

Salah satunya yaitu sales mission yang akan dilakukan di beberapa negara seperti Rusia, Turky, Irak, Yunani maupun negara-negara timur tengah lainnya.

“Untuk Inbound, kita ada sales mission, kita diundang oleh KBRI, difasilitasi hotelnya, dan lainnya. Kerjasama dengan Qatar misalnya, jadi kita diperlihatkan objek-objek wisata disana, lalu kita juga memperkenalkan objek-objek wisata di Indonesia. Misal di Lombok, di Sulawesi, Bali, Padang, dan lainnya. Kita membawa misi untuk mendatangkan ke Indonesia. Khususnya kawasan timur tengah, eropa maupun Rusia,” ungkap Magnatis.

Dalam mengembangkan Indonesia sebagai kiblat wisata halal dunia, Asphurindo juga sudah melakukan beberapa hal untuk para anggotanya, seperti membuat pelatihan sertifikasi BPW, sertifikasi tour leader, sertifikasi tour planner, sertifikasi mengenai halal turism dan lainnya.

Diakhir kata, Magnatis menghimbau kepada para anggota bahwa Asphurindo merupakan milik bersama. “Saya bersama KH. Hafidz dan pendiri hanya mengawal mereka (paa anggota), saya hanya sebatas mampu menyiapkan prasarana dan sarana, selanjutnya yang memimpin harusnya generasi muda, geberasi muda harus aktif. Masa depan asosiasi ada di tanga anak muda. Aktif memberikan masukan, saran dan lainnya,” tutup Magnatis.

Pos terkait